Upaya Internalisasi Norma-Norma Di Sekolah Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning-Detektif Norma Di MTsN 1 Kota Tangerang Selatan

179

Dilihat

Guru sebagai seorang pendidik diharapkan mampu memiliki nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi) sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik terutama dalam tugas dan fungsinya untuk mencerdaskan anak bangsa. Proses dalam mencerdaskan anak bangsa ini dapat terlaksana dengan baik jika seorang guru memiliki kompetensi standar salah satunya adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Pelaksanaan kompetensi ini salah satunya dibuat melalui penggunaan metode pembelajaran yang mencerminkan pelaksanaan kompetensi tersebut.

Model pembelajaran menurut Trianto (2010:51) adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Sedangkan metode pembelajaran menurut Djamarah, SB. (2008: 46) adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru agar penggunaanya bervariasi sesuai yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir.

Salah satu metode pembelajaran yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah model pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Project based learning merupakan pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik (student centered) dan menetapkan guru sebagai motivator dan fasilitator, dimana peserta didik diberi peluang bekerja secara otonom mengkontruksi belajarnya. Biasanya kegiatannya berfokus pada aktivitas peserta didik untuk dapat memahami suatu konsep dan prinsip dengan melakukan penelitian yang mendalam tentang suatu masalah hingga mencari solusi yang relevan dan peserta didik belajar secara mandiri serta hasil dari pembelajaran ini adalah produk.

Oleh karena itu, pada materi norma-norma dalam masyarakat, penulis mencoba mengimplementasikan metode ini untuk menganalisis dan menginternalisasi nilai-nilai budaya MTsN yang dikenal dengan 7 budaya MTsN sebagai penerjemahan dari norma-norma yang ada di madrasah. Project Based Learning ini dinamai “Detektif Norma” dikemas dalam bentuk keikutsertaan peserta didik dalam mencari budaya MTsN 1 Kota Tangerang Selatan di lokasi-lokasi yang sudah ditempatkan dan mengkampanyekannya, harapannya dengan begitu norma-norma yang ada dapat terinternalisasi langsung pada peserta didik. Produk yang dihasilkan dalam bentuk poster atau video.

Kegiatan pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui empat kali pertemuan terdiri dari dua kali pertemuan penjelasan konsep dan dua kali pertemuan pelaksanaan model berbasis proyek. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahapan yakni:

Pertama, guru menyampaikan konsep norma. Pembelajaran pertama dimulai dengan penyampaian pengertian norma, dan macam-macam norma dengan menggunakan media pembelajaran power point. Setelah penjelasan, penulis melakukan games tak tik go untuk melakukan review materi secara berkelompok.

Kedua, guru menyampaikan konsep arti penting norma. Pembelajaran kedua dimulai dengan penulis menjelaskan konsep arti penting norma, fungsi norma hukum, keadilan dan peradilan yang ada di Indonesia. Setelah menjelaskan, kegiatan diisi dengan diskusi berkelompok pelanggaran norma hukum, peserta didik diberikan beberapa pertanyaan untuk didiskusikan.

Ketiga, peserta didik membuat project based learning “Detektif Norma”. Kegiatan ketiga pembelajaran ini dimulai dengan penjelasan konsep perilaku sesuai norma. Setelah itu kelas dibagi menjadi 7 kelompok dengan ketentuan norma kesopanan (santun) lokasi: pembelajaran di kelas dan luar kelas, norma kesusilaan (peduli) lokasi: UKS, norma kesusilaan (jujur) lokasi: kantin, norma kesusilaan (tanggung jawab) lokasi: perpustakaan, norma kesusilaan (kerjasama) lokasi: tempat kegiatan eskul, norma agama (mandiri), lokasi: mushola, norma hukum (disiplin) lokasi: ruang piket dan satpam. Instruksi lebih jelas tentang kegiatan dituangkan di dalam lembar kerja. Peserta didik diberikan waktu untuk menyelesaikan kegiatan dalam tenggat waktu tertentu yakni 40 menit menjadi detektif dan 40 menit lagi menyusun rencana kampanye.

Keempat, peserta didik membuat project based learning lanjutan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kampanye hasil “Detektif Norma” dengan memilih salah satu jenis produk kampanye baik tulisan (poster) maupun peragaan (video) yang bisa dipilih sendiri oleh kelompok. Ketentuan tentang kampanye yang harus dibuat dijelaskan di dalam lembar kerja.

Setelah melakukan kegiatan dapat disimpulkan bahwa, salah satu dampak dari kegiatan ini adalah pembelajaran yang jadi lebih dinamis dibandingkan KBM biasanya. Dengan menggunakan metode Project Based Learning pembelajaran menjadi lebih bermakna kepada siswa. Sebab siswa disini tidak hanya sebagai pendengar setia, namun dalam metode pembelajaran ini siswa dituntut aktif dalam pembelajaran. Namun tentu respon yang diterima setiap kelas berbeda. Sangat bergantung pada karakteristik yang dominan pada anak di kelas tersebut. Termasuk hasil proyek yang dihasilkan. Walaupun begitu, ketika pelaporan terlihat sekali usaha yang dikeluarkan setiap anak tidak sedikit, terutama saat melakukan kampanye ke kelas yang lain. Kegiatan proyek ini tentu harus terus dikembangkan oleh pengajar dan dilakukan perbaikan.

Daftar Rujukan:

Djamarah, S. B. 2008. Strategi belajar Mengajar. Bandung: Rineka Cipta.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif – Progesif. Jakarta : Bumi Aksara.

Trianto Ibnu Badar Al-Tabany. 2014. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada kurikulum 2013 (kurikulum tematik Integratif). Jakarta: Kencana.

Penulis : Lisa Fela. S.Pd
Karya : Guru PKn
Editor : -

Info
Penulis :
Tanggal : 27 January 2023
Pembaharuan : 30 April 2024
Bagikan halaman ini
Tags